Rabu, 14 Januari 2009
Kamis, 04 Desember 2008
Power Steering
Power Steering
Penggantian Oli Power Steering secara berkala.
| Saat ini banyak mobil yang dilengkapi power steering untuk membantu pengemudi ketika harus bermanuver di jalan yang sempit. Untuk mendapatkan kualitas kerja power steering maksimal harus didukung dengan kualitas oli power steering yang baik.
|
Seputar Power Steering Karimun
Oktober 2, 2006 · 12 Tanggapan
Untuk meringankan kerja setir saat dibelokkan, Karimun sudah mengadopsi power steering yang bisa dibilang lebih baik dibanding kompetitornya, yaitu power steering elektris (electronic power steering/EPS). EPS juga dipakai pada Mazda Vantrend, Suzuki SWIFT, Honda Jazz dan banyak lagi.
KELEBIHAN EPS (KARIMUN)
1. Free Maintenance
Bisa dibilang EPS pada Karimun itu free maintenance, alias bebas perawatan karena beda dengan hidraulis yang menggunakan oli–dimana pada periode tertentu diharuskan mengecek dan mengganti olinya, EPS Karimun menggunakan sistem elektrik, tidak ada pompa hidraulis, tidak ada oli, tidak ada perawatan.
2. Tidak Membebankan Kinerja Mesin
Karena tidak menggunakan pompa hidraulis, maka tenaga dari mesin tidak berkurang untuk menggerakan pompa. EPS Karimun sama sekali tidak membebankan kinerja mesin.
3. Off pada kecepatan >60 KM/h
Uniknya EPS pada Karimun akan mati pada saat kecepatan di atas 60 KM/h, hal ini tentu saja lebih kepada kenyamanan dan keamanan pengemudi sehingga handling setir tetap mantap di kecepatan tinggi.
YANG HARUS ANDA KETAHUI
Pada panel instrumen Karimun terdapat indikator EPS yang merupakan indikasi bekerja atau tidaknya(ada masalah) pada power steering Karimun. Indikator EPS biasanya akan mati saat mesin sudah hidup (pada Karimun tahun terbaru) atau hidup beberapa saat kemudian mati sebelum di start. Jika indikator EPS menyala terus (atau berkedip) setelah mesin hidup serta setir terasa berat, kemungkinan ada masalah dengan EPSnya.
Opps…jangan panik dulu kalau indikator EPSnya menyala. EPS Karimun bisa dibilang bandel karena sangat jarang sekali rusak. Biasanya problem ini muncul karena ada masalah dengan sistem kelistrikannya. Karena menggunakan EPS maka listrik menjadi sumber utama sebagai pasokan tenaga untuk menggerakan motor power steering. Maka coba jalani pengecekan hal-hal berikut.
1. Cek Aki dan Alternator
Karena pada saat menyalakan pertama kali EPS mengambil daya dari Aki untuk menghidupkannya, jika Aki tekor/lemah maka EPS akan lemah, biasanya juga dibarengi dengan mesin susah di start.
Periksa juga Alternator, apakah masih dalam kondisi baik, karena bila alternator rusak maka pengisian listrik ke aki akan bermasalah sehingga aki cepat tekor meskipun aki sudah di ganti baru. Caranya mengeceknya dengan melepas positif aki saat mesin dinyalakan. Jika pengisian bagus maka mesin tetap hidup.
Perlu diperhatikan juga bahwa penggantian aki jangan sampai melebihi spesifikasi standar mobil, karena jika mengganti dengan ampere yang besar maka spesifikasi alternator juga perlu diganti dengan yang kapasitasnya lebih besar.
2. Cek Konektor EPS dan Sekring
Cek Konektor EPS yang ada di balik dashboard, biasanya karena usia atau goncangan konektor dapat menjadi longgar atau kotor, bisa dibersihkan dengan cairan penetran seperti WD-40.
Selanjutnya cek juga sekring power steering, apakah putus atau tidak, karena jika putus maka aliran listrik ke power steering juga akan terputus.
Kategori: info · tips & trick
Power steering adalah sebuah perangkat alat yang dapat membantu pengemudi untuk memutar roda kemudi dengan lebih mudah. Power steering terdiri dari dua macam, yakni, sistem fluida dan sistem elektrik.
Sistem fluida menggunakan minyak rem untuk menggerakkan steering box. Sedangkan sistem elektrik menggunakan motor untuk menggerakkan steering box yang tidak memerlukan perawatan rutin yang ribet.
Indikasi power steering bermasalah adalah roda kemudi semakin berat diputar, stir berderit ketika belok, stir tidak konsisten, kadang terasa ringan dan kadang berat, mengeluarkan suara yang aneh.
Namun untuk sistem fluida, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, yaitu:
1. Disiplin servis berkala
Usahakan untuk tidak menunda-nunda jadwal servis berkala mobil anda. Power steering adalah salah satu item yang wajib dicek.
2. Pengecekan warna minyak rem
Di rumah, anda bisa mengecek warna minyak rem. Minyak rem yang kondisinya bagus, berwarna merah. Bila berubah warna menjadi hitam, tandanya minyak rem sudah jelek dan harus diganti. Guna penggantian minyak rem disarankan untuk dilaksanakan di bengkel dan dilakukan oleh teknisi terlatih.
3. Perhatikan volume minyak rem
Tidak disarankan menggunakan perangkat ini bila volume minyak rem dibawah tanda min (minimum) karena akan merusak seal dan komponen lain. Biaya perbaikannya sangatlah mahal.
Perhatikan stik wadah minyak rem. Bila tidak menyentuh permukaan minyak, berarti minyak rem sudah di bawah min. Segera bawa mobil Anda ke bengkel karena ada kemungkinan telah terjadi kebocoran.
4. Ganti minyak rem
Gantilah minyak rem setelah 30,000 km atau satu tahun. Penggantian/penambahan minyak rem harus sesuai buku manual produsen mobil.
5. Pengecekan drive belt
Pada saat servis rutin, mintalah mekanik untuk mengecek kondisi drive belt (belt penggerak pompa power steering yang berasal dari mesin).
Kalau belt ini putus, mobil masih bisa dijalankan, namun dibutuhkan tenaga ekstra karena power steering tidak berfungsi.
Indikasi power steering bermasalah adalah roda kemudi semakin berat diputar, stir berderit ketika belok, stir tidak konsisten, kadang terasa ringan dan kadang berat, mengeluarkan suara yang aneh.
Agar awet, jangan paksa stir diputar habis/belok patah. Dan biasakan memeriksa kondisi minyak rem tiap dua minggu bersama dengan pemeriksaan cairan aki dan radiator.
Merawat Power Steering
Kalau saja teknologi hidraulik belum ditemukan mungkin kenyamanan mengemudi tidak seperti apa yang dirasakan para pemilik kendaraan saat ini. Dengan teknologi tersebut, para perancang kendaraan bisa berinovasi menciptakan sistem yang meringankan putaran lingkar kemudi. Inilah yang kemudian disebut sebagai power steering.
Di kota megapolitan seperti Jakarta, dimana lalu lintas kendaraan sangat padat, peran power steering ini sangat membantu pengemudi, terutama saat kendaraan akan berputar arah atau parkir di lahan yang sempit.
Kendati demikian bukan berarti power steering ini tak memiliki masalah.
Salah satu kendala yang sering terjadi adalah kebocoran minyak pelumas pada power steering dengan sistem hidraulik tersebut. Hal ini mendorong lahirnya sistem lain yang menerapkan pemanfaatan motor penggerak elektrik yang berfungsi memutar steering box. Namun, pada kenyataannya sistem elektrik tersebut juga rentan terhadap kontaminasi larutan.
Bagaimana pun, kedua sistem tersebut tetap saja membutuhkan perawatan rutin. Jika sistem elektrik harus dicegah dari larutan, sebaliknya sistem hidraulik yang memanfaatkan minyak rem harus dicegah agar tidak mengalami kekeringan.
Keduanya membutuhkan perawatan berkala. Pada sistem hidraulik, minyak rem harus diperhatikan agar selalu dalam keadaan baik. Indikator minyak yang baik jika masih berwarna kemerahan dan harus diganti jika sudah berwarna hitam. Penggantian minyak rem ini pun sebaiknya dikerjakan teknisi yang berpengalaman.
Selain warna, volume pelumas tersebut juga harus menjadi perhatian. Wadah minyak ini biasanya memiliki indikator penunjuk ketinggian yang normal. Bila tinggi minyak berada di bawah indikator penunjuk tersebut sebaiknya lakukan pemeriksaan karena bisa saja terjadi kebocoran.
Setiap produsen kendaraan biasanya menganjurkan penggantian minyak rem pada jarak tempuh tertentu. Umumnya disarankan pelumas ini diganti pada jarak tempuh 30.000 km atau setiap pertambahan usia satu tahun kendaraan.
Selain minyak rem, masih ada beberapa indikasi adanya kerusakan pada sistem power steering. Tanda-tanda itu yakni putaran roda kemudi yang terasa berat, bunyi yang muncul saat roda kemudi diputar, dan putaran roda kemudi yang tidak selaras dengan membeloknya ban.
Masalah tersebut biasanya muncul akibat sabuk penggerak hidraulik mengalami perubahan fisik. Kondisi ini sering dirasakan dalam bentuk putaran lingkar kemudi yang terkadang terasa berat dan sekali-sekali terasa ringan. Kondisi terburuknya jika sabuk putus, maka power steering akan kehilangan fungsinya sama sekali.
Usia power steering sebenarnya bisa diperpanjang dengan menghindari kebiasaan memutar habis lingkar kemudi. Tindakan ini biasanya dilakukan para pengemudi ketika sedang memutar kendaraannya di tempat yang sempit.
Pada kondisi power steering berada pada putaran terakhirnya atau pada posisi tertinggi akan menyebabkan peningkatan suhu. Akibatnya, kelengkapan selang akan kehilangan elastisitasnya dan menjadi rapuh.
Bila hal itu berlangsung terus, bukan tidak mungkin komponen tersebut putus atau bocor. Akibatnya, oli akan merembes keluar dan tentu saja putaran lingkar kemudi akan terasa berat. [Y-5]
Andaikan saja setiap pengemudi lebih sensitif dengan kendaraan yang dikemudikannya, mungkin tak perlu menunggu hingga kerusakannya parah. Pasalnya, ada banyak cara untuk mendeteksi gangguan yang bisa dirasakan dari beberapa komponen kendaraan, antara lain lewat kemudi yang terasa lebih berat dari biasanya.
Contoh yang paling mudah adalah jika setir terasa lebih berat dari biasanya, terutama jika digunakan untuk berbelok atau saat akan memarkirkan kendaraan. Jika hal ini yang terjadi, cobalah periksa tekanan angin pada ban. Beratnya setir bisa disebabkan tekanan angin pada ban kurang, sehingga menyulitkan pergerakan.
Tekanan angin pada ban memang harus selalu dijaga komposisinya, baik ban di bagian depan maupun belakang yang bisa disesuaikan dengan buku manual dari masing-masing kendaraan. Jika didiamkan, bukan tidak mungkin hal tersebut akan memperbesar masalah pada ban, mulai dari tapak ban yang cepat aus hingga terjadi kebocoran di saat yang tidak tepat.
Kalau kemudi terasa berat dan disertai dengan gerakan kemudi yang tidak stabil atau tidak mau kembali ke posisi awal setelah dibelokkan, hal itu merupakan tanda bahwa mobil harus segera melakukan spooring dan balancing. Demikian pula jika kemudi terasa tidak stabil, melayang, atau terasa membuang ke satu arah.
Perawatan pada bagian roda ini pun harus dilakukan secara berkala, di mana spooring bertujuan untuk menyelaraskan antara posisi roda kanan dan kiri agar tidak limbung atau berat sebelah. Sementara balancing bertujuan agar roda belakang paralel dengan roda depan. Kondisi ini dapat menjaga usia ban sehingga tidak cepat aus dan tidak mengganggu kestabilannya.
Di samping itu, kemudi yang terasa lebih berat dari biasanya juga bisa disebabkan terjadinya kebocoran minyak pada komponen power steering. Hal ini bisa diketahui dengan melihat adanya tetesan minyak di bagian bawah mesin atau memerhatikan kondisi pompa.
Yang jelas, jika kemudi terasa ringan, berkendara pun terasa lebih nyaman karena tak perlu mengeluarkan otot untuk melakukan manuver, terlebih saat memarkirkan kendaraan. [Berbagai sumber/L-11]
POWER steering merupakan peralatan yang telah mengubah karakteristik sistem kemudi yang selama ini hanya mengandalkan gerak mekanik ke dalam bentuk hidraulik sehingga kemudi terasa lebih ringan dan mudah dikendalikan. Fasilitas ini, terutama, sangat dirasakan manfaatnya ketika kendaraan akan diparkir atau berputar arah di area yang sempit.
Power steering sebenarnya ada dua macam, yakni yang menggunakan sistem fluida dan elektrik. Pada sistem fluida, sistem kemudi memanfaatkan minyak rem untuk menggerakkan steering box. Sementara sistem elektrik bekerja dengan mengandalkan motor penggerak untuk memutar steering box.
Sistem elektrik hampir bisa dipastikan lebih jarang bermasalah karena sistem ini sepenuhnya hanya bergantung pada daya tahan motor penggerak yang memang dirancang untuk usia pakai yang panjang. Berbeda dengan sistem ini, sistem fluida memerlukan perhatian dan perawatan yang rutin.
Sayangnya, kerusakan power steering tipe fluida ini, kebanyakan, muncul akibat pengguna yang terlalu bersemangat memanfaatkan fasilitas power steering di kendaraannya. Para pengemudi biasanya, lebih suka, membanting steer hingga putaran penuh.
Pada hal, pada saat putaran penuh ini, tekanan hidraulik minyak rem berada pada kondisi maksimal. Bila, kondisi ini sering terjadi, minyak akan menjadi panas dan lama-kelamaan akan merusak komponen-komponen power steering yang kebanyakan terbuat dari bahan karet.
Contohnya, seal pompa, rack and pinion, atau selang-selang. Bila komponen-komponen tersebut sering terkena berada pada suhu tinggi, maka bahan-bahan ini akan menjadi keras dan tidak elastis lagi. Bila kondisi itu terus didiamkan, bukan tidak mungkin, seal tersebut menjadi bocor. Akibatnya, kemudi akan terasa berat.
Untuk menghindari kondisi itu atau paling tidak memperpanjang usia power steering, pengemudi sebaiknya menghindari memutar steer hingga mentok meskipun, sebisa mungkin, pada saat melintas di tikungan tajam (U turn).
Selain tepat waktu pada jadwal pemeriksaan berkala sesuai dengan cara perawatan yang diajukan produsen kendaraan, kondisi minyak rem juga sebaiknya sering-sering diperhatikan. Minyak rem yang bagus memiliki warna merah. Bila sudah mulai hitam sebaiknya segera di ganti di bengkel.
Begitu pula dengan volume minyak rem. Bila volume ini menunjukkan angka dibawah minimum, maka kendaraan sebaiknya tidak menggunakan fasilitas ini. Mobil juga sebaiknya dibawa ke bengkel jika stick penunjuk wadah minyak rem berada di bawah minimal, karena kondisi ini bisa jadi timbul akibat ada kebocoran.
Minyak rem juga sebaiknya diganti secara berkala sesuai dengan waktu yang dianjurkan pabrik kendaraan. Misalnya, setelah menempuh 30 ribu kilometer atau dalam waktu satu tahun pemakaian, tergantung mana yang lebih dulu dicapai.
Pada saat servis rutin, drive belt (belt penggerak pompa power steering yang berasal dari mesin) juga sebaiknya turut diperiksa. Karena, apabila belt ini putus, namun power steering tidak berfungsi.
Secara umum, power steering yang bermasalah dapat dideteksi dari beberapa gejala seperti roda kemudi yang semakin berat diputar; setir berderit ketika diputar, setir tidak konsisten,, kadang terasa ringan dan kadang berat.
Agar awet, jangan paksa setir diputar habis/belok patah. Sebaiknya kondisi minyak rem diperiksa setiap dua minggu bersama-sama dengan pemeriksaan cairan aki dan radiator. (Berbagai sumber/Y-5)
Rabu, 03 Desember 2008
Senin, 17 November 2008
Jaringan WIFI
Membuat Jaringan Wi-Fi Sendiri
Anda dapat membuat jaringan rumah atau kantor kecil tanpa menggunakan access point atau hub/router. Seperti halnya jaringan peerto-peer pada jaringan yang menggunakan NIC. Tidak hanya itu, jaringan peer-to-peer dengan Wi-Fi dapat dilakukan dengan lebih dari dua komputer dan dengan kecepatan yang jauh lebih besar.
1. Aktifkan Wi-Fi Anda
Langkah pertama yang paling penting adalah mempersiapkan perangkat jaringan wireless Anda dan mengaktifkannya. Cara mengaktifkan fitur Wi-Fi pada setiap komputer cukup beragam.
2. Buat Jaringan Wi-Fi Sendiri
Namun bila koneksi Wi-Fi belum tersedia, Anda memang harus membuatnya sendiri. Apalagi pada komputer pertama sekali yang akan digunakan untuk jaringan. Caranya cukup pergi ke Control Panel, pilih Network Connection. Kemudian pada halaman NetworkConnection pilih Wireless Network Connection. Klik kanan kemudian pilih Properties. Setelah itu, buka halaman Wireless Network. Pada halaman ini berikan tanda centang pada Use Windows to configure my wireless network settings. Kemudian tekan tombol Add di bagian Prefered Networks.
3. Namakan Koneksi
Langkah kedua adalah menamakan koneksi wireless yang akan Anda buat. Nama koneksi dapat terserah diberikan, pengetikan nama koneksi dilakukan dalam boks SSID. Jika Anda ingin memiliki password untuk jaringan ini, pada opsi The key is provided for me automatically hapus tanda centang. Kemudian pada drop down menu Network Authentication, pilih Open atau Shared untuk menggunakan network key WEP atau memilih WPA-None untuk memilih menggunakan network key WPA. WPA memang lebih baik, namun tidak semua perangkat mendukungnya. Kemudian masukkan kuncinya pada kolom Network key dan Confirm network key.
4. Berikan Password WEP
Bila Anda memilih untuk memberikan password atau key secara manual, maka pada layar selanjutnya Anda akan dipertanyakan password tersebut. Bila Anda menggunakan password WEP (Wired Equivalent Privacy) ada aturan penggunaannya, yaitu hanya diperbolehkan 5 atau 13 karakter untuk penulisan password yang hanya menggunakan 1 jenis karakter. Untuk dua jenis karakter (angka dan huruf) hanya diperbolehkan sebanyak 10 atau 26 karakter. Perlu diingat bahwa semakin panjang dan rumit password akan semakin baik.
5. Berikan Password WPA
Anda dapat juga memberikan password WPA (Wi-Fi Protected Access). Pada penggunaan password WPA aturan yang harus ditaati adalah jumlah karakter yang dapat digunakan antara 8 sampai 63 untuk satu jenis karakter dan 64 karakter untuk lebih dari satu jenis karakter. Setelah selesai nanti, Anda dapat mencetak password ini untuk kemudian digunakan menambah komputer ke dalam jaringan nantinya. Dan perlu diingatkan bahwa penggunaan kunci WPA tidak selalu dapat diterapkan di setiap komputer.
6. Ad Hoc
Satu lagi yang perlu dilakukan adalah menjadikannya jaringan Ad Hoc. Jaringan Ad Hoc adalah jaringan yang hanya menghubungkan komputer ke komputer tanpa melalui sebuah hub atau router sebagai access point. Untuk jaringan nirkabel rumahan atau kantor kecil cukup menggunakan jaringan jenis ini. Oleh sebab itu, salah satu yang tidak boleh dilewatkan adalah memberikan tanda centang pada opsi This is a computer-to-computer (ad-hoc) network, wireless access points are not used. Opsi ini terletak di bagian paling bawah layar Association. Setelah selesai tekan OK.
7. Mulai Buat Jaringan Baru
Langkah selajutnya adalah membuat jaringan baru menggunakan koneksi yang sudah ada. Langkah pertama dalam membuat jaringan Anda cukup mengikuti wizard yang ada untuk membuat jaringan biasa. caranya masuk ke Control Panel. Kemudian pilih Network Setup Wizard. Ikuti petunjuk yang diberikan. Pada saat wizard mulai dijalankan, Anda akan diminta untuk memeriksa kembali perangkat jaringan yang akan digunakan. Apakah sudah lengkap atau belum. Jika sudah lengkap Anda dapat melanjutkan. Jika belum pastikan terlebih dahulu semua perangkat sudah terpasang dan terinstal dengan baik.
Sumber: Majalah PC Media
Rabu, 12 November 2008
PRINSIP KERJA AC MOBIL


PRINSIP KERJA AC MOBIL

Siklus refrigerasi merupakan sebuah mekanisme berupa siklus yang mengambil energi (termal) dari daerah bertemperatur rendah dan dibuang ke daerah bertemperatur tinggi. Siklus ini berlawanan dengan proses spontan yang terjadi sehari-hari, maka diperlukan masukan energi untuk menjalankan siklus refrigerasi. Teknologi refrigerasi sangat erat terkait dengan kehidupan dunia modern; bukan hanya pada sisi peningkatan kualitas dan kenyamanan hidup, namun juga menyentuh hal-hal esensial penunjang kehidupan manusia. Teknologi refrigerasi dibutuhkan untuk meminimalkan, bahkan bisa meniadakan, pertumbuhan mikroorganisme perusak bahan-bahan tertentu; maka teknologi ini dibutuhkan keberadaannya di bidang penyimpanan dan transportasi bahan makanan.
Mesin refrigerasi saat ini dengan mudah kita jumpai di berbagai swalayan yang menjual bahan kebutuhan sehari-hari. Truk berpendingin sudah menjadi kebutuhan umum guna mentransportasikan bahan makanan melalui jarak yang cukup jauh. Selain meminimalkan atau meniadakan pertumbuhan mikroorganisme, pendinginan yang dihasilkan oleh teknologi refrigerasi juga diperlukan untuk mencegah terjadinya reaksi kimiawi/biologis yang bisa merusak kondisi suatu zat. Maka teknologi ini juga menjadi tuntutan di bidang kedokteran (penyimpanan vaksin, obat-obatan, hingga cadangan darah). Dukungan mesin refrigerasi terhadap kemajuan iptek jelas terlihat dari keberadaan mesin ini di berbagai instalasi penting berbagai bidang; biologi, kimia, kedokteran, dsb. Teknologi refrigerasi bukan hanya monopoli perusahaan besar ataupun institusi ilmiah, mesin ini, dalam bentuk lemari pendingin (refrigerator) dan pengkondisi udara (AC) umum dijumpai di tengah-tengah masyarakat. Bukan sekedar
Pengkondisian udara merupakan salah satu aplikasi penting teknologi refrigerasi. Teknologi ini bisa menghasilkan dua hal esensial yang diperlukan dalam pengkondisan udara; yakni pendinginan (cooling) dan pemanasan (heating). Pengkondisian udara adalah usaha untuk mengatur temperatur dan kelembaban udara agar menghasilkan kenyamanan termal (thermal comfort) bagi manusia. Pengkondisian udara lengkap meliputi pemanasan (heating), pendinginan (cooling), pengaturan kelembaban (humidifying dan dehumidifying), dan pertukaran udara (ventilating). Sedangkan pengkondisian udara skala kecil umumnya dilakukan tanpa mengikutsertakan pengaturan kelembaban. Pengkondisian udara saat ini telah menjadi standard bangunan, publik ataupun privat dalam berbagai skala, di berbagai penjuru dunia. Untuk daerah yang mengalami empat musim, terjadi perubahan fungsi pengkondisian udara dari pemanasan (heating) pada saat musim dingin menjadi pendinginan (cooling) pada saat musim panas. Sedangkan pada daerah khatulistiwa seperti
1. Masalah kontemporer yang mempengaruhi perkembangan mesin pengkondisian udara
Dewasa ini banyak diserukan pentingnya penghematan energi di berbagai penjuru dunia. Hal tersebut dipicu oleh kekhawatiran semakin menipisnya cadangan minyak dunia, sementara pada saat yang sama, manusia belum mampu menemukan bahan bakar pengganti yang memiliki kemampuan dan ketersediaan yang setara dengan minyak bumi. Di sisi lain, permintaan minyak dunia terus meningkat sebesar 1 ・2% pertahun (Kerr dan Service, 2005). Kombinasi faktor-faktor tersebut menyebabkan ketidakstabilan harga minyak bumi. Selain itu, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) mengakibatkan akibat buruk lain bagi bumi, yakni efek rumah kaca (greenhouse) yang disebabkan oleh peningkatan jumlah karbon dioksida (CO2) di atmosfer.
Kebutuhan energi pada mesin refrigerasi / pengkondisian udara terhadap pasokan listrik nasional cukup signifikan. Di Shanghai, Saito (2002) mengemukakan bahwa pada beban puncak di musim panas, pengkondisian udara mengkonsumsi 1/3 suplai listrik. Suzuki dkk (2005) memperkirakan bahwa beban listrik untuk mesin pengkondisian udara mengkonsumsi tidak kurang dari 1/5 suplai listrik di Jepang. Untuk belahan Amerika Utara, Todesco (2005) menyatakan bahwa kebuhan listrik untuk mesin pengkondisian udara pada beban puncak mencapai 3.6 ・9.2 GW --bandingkan dengan kemampuan PT PLN yang sekitar 39.5 GW (Seymour dkk (2002). Sedangkan di Indonesia, Suwono (2005) menyebut sekitar 60% konsumsi listrik hotel di Jakarta digunakan untuk memasok energi mesin pengkondisian udara. Oleh karena itu, usaha penghematan energi yang dilakukan terhadap mesin pengkondisian udara akan berdampak signifikan terhadap usaha penghematan energi dunia.
Hipotesis yang disampaikan oleh Molina dan Rowland (1974) mengenai dampak buruk chlorofluoromethane (CFC) terhadap lapisan ozon mencetuskan babak baru dalam dunia pengkondisian udara. Verifikasi yang dilakukan berbagai penelitian yang dibiayai beberapa perusahaan penghasil refrigerant (bahan yang digunakan dalam mesin refrigerasi/mesin pendingin) pada akhir 1970-an menghasilkan temuan yang mendukung hipotesis Molina dan Rowland. Diperkirakan terjadi perusakan lapisan ozon sekitar 3% per-dekade. Lapisan ozon yang terdapat di daerah stratosphere berfungsi untuk menghalangi masuknya sinar ultraviolet-B ke permukaan bumi (Calm, 2002). Sinar ultraviolet-B ini ditengarai akan menyebabkan masalah kesehatan bagi manusia dan gangguan pada tumbuhan di permukaan bumi. Setelah sebuah ekspedisi dari Inggris ke daerah Antartika mengindikasikan adanya kerusakan parah pada lapisan ozon (Farman dkk., 1985), dunia segera mengambil langkah serius untuk mencegah bertambah parahnya kerusakan lapisan ozon. Protokol Montreal tahun 1987 mengatur penggunaan dan penghapusan berbagai zat yang ditengarai menyebabkan kerusakan lapisan ozon; refrigerant CFC termasuk salah satu diantaranya. Protokol Montreal dan berbagai amandemennya mengamanatkan penghapusan CFCs di negara maju pada tahun 1996, sedangkan untuk negara berkembang pada tahun 2010 (United Nations for Environment Programme, 2000). Pada lapisan stratosphere secara alamiah terjadi proses pembentukan dan penghancuran molekul ozon (O3) oleh sinar ultraviolet. Keberadaan atom chlorine (Cl) menyebabkan kesetimbangan reaksi tersebut terganggu. Kerusakan lapisan ozon akibat chlorine (Cl) dijelaskan melalui reaksi kimia berantai berikut:
O3 + UV → O* + O2
Cl + O3 → ClO + O2
ClO + O*→ Cl + O2
Cl + O3 → ClO + O2
ClO + O* → Cl + O2
. . .
Mayoritas ilmuwan dunia meyakini bahwa pemanasan global yang terjadi belakangan ini diakibatkan oleh gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia (Oreskes, 2002). Selain berkontribusi pada produksi CO2 melalui system pembangkit energi untuk suplai listrik mesin refrigerasi, teknologi refrigerasi juga berkontribusi langsung pada pemanasan global melalui kebocoran dan buangan refrigeran (yang bersifat gas rumah kaca) ke lingkungan. Terkait dengan hal ini, Protokol Kyoto tahun 1997 tentang perubahan iklim bumi telah mengatur penggunaan refrigerant yang termasuk dalam gas rumah kaca, yakni HFCs (Hidro Fluoro Carbons). Gas-gas yang memiliki potensi efek rumah kaca dikategorikan dalam zat GWP (Global Warming Potential), sedangkan zat perusak lapisan ozon disebut sebagai ODS (Ozon Depleting Substance).
Dengan demikian, terdapat tiga hal yang mempengaruhi perkembangan mesin refrigerasi saat ini, yakni: (1) Penghematan energi, (2) Tuntutan refrigerant non-ODS, dan (3) Tuntutan refrigerant non-GWP. Perlu diketahui bahwa efek GWP dan ODS pada zat refrigerant hanya terjadi bila zat tersebut terlepas ke atmosfer yang disebabkan kebocoran pada mesin refrigerasi ataupun penggantian dan recycling refrigerant. Di luar sistem refrigerasi, CFC juga digunakan dalam berbagai aplikasi lain seperti zat pendorong (propellant), aerosol, zat pengembang, dll. Guna menjawab tiga kebutuhan terkait dengan perkembangan teknologi refrigerasi di atas, ilmuwan dan teknolog melakukan berbagai inovasi yang pada umumnya terkategorikan dalam tiga hal: (1) Perbaikan prestasi dan karakteristik mesin refrigerasi yang telah eksis, (2) Penelitian guna menghasilkan refrigerant non-ODS dan non-GWP, dan (3) Pencarian teknologi refrigerasi alternatif.
1.1 Perbaikan prestasi dan karakteristik mesin refrigerasi/pengkondisian udara
Saat ini mesin refrigerasi yang paling banyak digunakan di dunia adalah dari jenis siklus kompresi uap. Sistem lain, seperti sistem magneto-kalorik, absorbsi, adsorpsi, dan efek Siebeck hingga saat ini masih terbatas penggunaannya. Mesin refrigerasi siklus kompresi uap memiliki fleksibilitas penggunaan, yakni bisa berfungsi sebagai mesin pendingin (AC) ataupun pompa kalor (heat pump) dengan mengubah arah aliran refrigerannya. Mesin refrigerasi jenis ini juga berukuran cukup kompak, sehingga tidak memerlukan ruang yang besar. Di bawah ini akan dijelaskan prinsip kerja mesin refrigerasi siklus kompresi uap.
Mesin refrigerasi kompresi uap terdiri atas empat komponen utama, yakni kompresor, kondensor, katup ekspansi, dan evaporator. Kondensor dan evaporator sesungguhnya merupakan penukar kalor (heat exchanger) yang berfungsi mempertukarkan kalor diantara dua fluida, yakni antara refrigerant dengan fluida luar (bisa berupa air ataupun udara). Skema mesin refrigerasi ini dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Skema mesin refrigerasi siklus kompresi uap
Sedangkan diagram tekanan−entalpi yang menjelaskan proses pada mesin refrigerasi siklus kompresi uap bisa dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Diagram tekanan−entalpi pada proses refrigerasi siklus kompresi uap
Pada proses 1−2, kompresor menaikkan tekanan uap refrigerant. Kenaikan tekanan ini diikuti dengan kenaikan temperatur uap refrigerant. Pada tingkat keadaan (TK) 2, uap refrigerant berada pada kondisi uap super-panas. Pada proses 2−3, uap refrigerant memasuki kondensor dan mendapatkan pendinginan dari kondensor. Pendinginan ini terjadi akibat pertukaran panas antara uap refrigerant dengan fluida luar (misalnya udara lingkungan ataupun air pendingin). Refrigerant keluar dari kondensor pada TK 3 dalam kondisi cair jenuh, atau bisa juga pada kondisi cair sub-dingin. Refrigerant kemudian memasuki katup ekspansi. Katup ekspansi ini pada prinsipnya berupa penyempitan daerah aliran yang berakibat pada penurunan tekanan fluida secara drastis. Idealnya, refrigerant melalui katup ekspansi (proses 3−4) secara iso-entalpi (isentalpi). Pada TK 4, refrigerant berada dalam kondisi campuran cair dan uap. Karena refrigerant berada pada tekanan jenuhnya (tekanan penguapan), maka dia akan mengalami penguapan; hukum alam menyatakan bahwa penguapan membutuhkan energi, terjadilah penyerapan energi termal dari luar evaporator yang menyebabkan efek pendinginan oleh mesin refrigerasi.
Pada mesin refrigerasi siklus kompresi uap, fungsi kondensor dan evaporator bisa dibalik dengan mengubah arah aliran refrigerant. Dengan demikian, mesin ini bisa berfungsi sebagai pendingin di musim panas dan pemanas di musim dingin. Pada saat berfungsi sebagai mesin pendingin, umumnya mesin ini disebut sebagai mesin AC (Air Conditioning) dan saat berfungsi sebagai mesin pemanas, mesin ini disebut sebagai heat pump (pompa kalor). Prestasi AC dapat dinyatakan dengan:
![]()
COP (tak bersatuan) singkatan dari Coefficient of Performance, QE adalah perpindahan panas pada evaporator, dan WC adalah kerja kompresor. Persamaan (1) menyatakan prestasi AC pada satu saat tertentu. Prestasi AC dalam kurun waktu yang lama, misalnya selama musim panas, dinyatakan dalam SEER (Seasonal Energy Efficiency Ratio). SEER memiliki bentuk yang sama dengan Persamaan (1), hanya berbeda pada satuan SEER, yakni Btu.h/Watt.
Sedangkan untuk pompa kalor, prestasi mesin refrigerasi dapat dinyatakan dengan:
![]()
PF (besaran tak bersatuan) singkatan dari Performance Factor dan QK adalah perpindahan panas pada kondensor. Sama halnya dengan AC, untuk menunjukkan prestasi pompa kalor pada waktu yang lama, misalnya dalam satu kurun musim dingin, orang bisa menggunakan HSPF (Heating Seasonal Performance Factor). HSPF memiliki satuan yang sama dengan SEER.
Gas kalau di kompress menjadi panas.
Gas kalau di vacuum menjadi dingin.
jadi di ac gas freon di kompress. Menjadi panas. di kipas dgn angin di luar supaya panasnya hilang.
Gas tersebut di salurkan ke dalam rumah dimana di vacuum. Menjadi dingin. kipas menghembuskan angin supaya angin dingin ke dalam rumah.
System AC menhandalkan penmindahan panas. AC rumah biasanya ada kompressor terus ada 2 koil.
Koil yg di luar namanya condensor . koil didalm rumah namanya evaporator.
Gas freon di kompress supaya dari gas menjadi cair. (Condense ) Nah gas sewaktu di kompress panas. jadi di aliri di koil yg diluar ( condenser ) dan di kipasi supaya panasnya hilang.
Nah Freon yg sudah menjadi liquid (cairan) di aliri ke Koil yg di dalam rumah (Namnya evaporator) karena di dalam koil ini cairan freon menjadi Gas karena di vacuum ( menguap = evaporate jadi koilnya evaportor)
nah cairan Freon yg menguap menjadi dingin . itulah dingin yg keluar dari AC.
diagram yg paling sederhana
Label
- -1
- AC Mobil
- Anak Menteng Barack Obama Mengukir sejarah Dunia
- Ande ande Lumut
- Antisipasi Power Steering
- Artis Indonesia
- Awal Berdirinya AMWAY
- Belimbing Manis
- Berbagai Macam ICE Cream
- Besaran Pokok Fisika
- Budidaya Lele
- Campuran
- Cara Belajar Anak TK
- Cara Belajar yang Efektif
- Cara Makan Sehat
- Cara Membuat Es Krim
- Cara Mensetting WIFI
- Daun Adas
- DAUR ULANG SAMPAH
- Formulasi Mie Basah
- Galant Crew
- Gorengan Enak tapi Mematikan
- Harga Spare Part Mitsubishi Galant
- Hindari Telur dan Ikan Asin
- INGIN BERWIRAUSAHA ?
- Instalasi Wireless LAN
- Interaktif
- Jantung
- Jilbab (Contoh)-1
- Jilbab (Contoh)-2
- Kadar Kolesterol
- Karakteristik Anak TK
- Makanan Gorengan Bisa Sebabkan Penyakit Degeneratif
- Mama
- Manfaat Alpokat
- Manfaat Sarapan Bagi Kesehatan Tubuh dan lain lainya
- Memahami 9 Aspek Penting Sebelum Memulai Usaha
- Memelihara Ikan Koi
- Memenfaatkan Umbi sbg Bahan Ice Cream
- MODEL PEMBELAJARAN ATRAKTIF TK
- Mulai kapan pembelajaran waktu diberikan kepada anak ?
- My Family
- Pengobatan Alternatif
- Pengolahan Sampah
- Penyakit Mematikan
- Perancangan Kontroler pada PID
- Peraturan dan Cara Membuat Sertifikat Tanah
- Peraturan Membuat Sertifikat Tanah Dan Seputarnya
- Prediksi UAN 2009 SD SMP
- Prinsip Kerja AC Mobil
- PROSEDUR KEPENGURUSAN SERTIFIKAT TANAH
- Ramah Lingkungan Gaya Hidup Masa Kini
- Rumus Bangun Ruang - Matematika
- Sarjana Tuek
- Selalu Kusnudhon
- Semangka Dan Serat
- Soal Ujian CPNS
- SOP Pengechekan Sertifikat Tanah
- SPARE PART MITSUBISHI GALANT
- Spare Part Galant V6
- Spare Part Galant 24V
- Syarat Pembuatan Tempat Sampah yang Baik dan Benar
- Ternak Kelinci
- Tips dan Cara Merawat Mobil
- Tips Menghadapi Wawancara
- TK part-1 (metode belajar anak TK)
- TK part-2 (metode belajar anak TK)
- TK part-3 (metode belajar anak TK)
- TK part-4 (metode belajar anak TK)
- TRIO BOM BALI MENGAKHIRI KISAHNYA
- Untuk Penderita Asam Urat
Pernak Pernik
- Lukisan Hati
- Lain lain
Mobil Kesayanganku
Mitsubishi Galant V6 2.0 24Valve
Arsip Blog
-
►
2008
(67)
- ► Oktober 2008 (57)
-
▼
2009
(5)
- ► Januari 2009 (3)
- ► Maret 2009 (1)
Mengenai Saya
- Odes Wong Subah
- Ds Kaum Ds Subah Kab Batang, Jawa Tengah, Indonesia
- Meski besar di desa tapi hati ini bahagia, subah bagaikan magnit permanen yang senantiasa menarikku kuat untuk selalu pulang dan menikmati keindahan desa-ku yang penuh kenangan indah baik suka maupun duka. Pada ortu yg telah membesarkan aku, aku sangat hormat dan taat pd nasehat mu, aku sangat mencintaimu bapak dan ibu. Salam hormat dan sungkem untukmu selalu, mudah-mudahan amalan perbuatanmu diterima disisih Allah SWT, Amiiin